Brand
besar di luaran sana, pasti sudah melalui proses yang panjang dan
tidak instan. Apalagi bisnis yang baru mulai dirintis. Sebagai
pebisnis pemula, sebaiknya pertimbangkan hal-hal berikut yang
kemungkinan berdampak pada perkembangan bisnismu.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
1. Siapkan mental yang tahan banting
Pebisnis
pemula wajib punya mental yang tahan banting. Bisnis yang lahir dari
jerih payah sampe berdarah-darah biasanya sangat mengesankan dan
menjadi cerita sukses ketika survive.
Mungkin sekarang, kamu hanya mendengar cerita sukses mereka. Seperti
Bong Chandra, Dahlan Iskan, Sandiaga Uno, Achmad Zaky, Diajeng
Lestari, Nadiem Makarim, dan pebisnis lainnya. Bisa dikatakan proses
awalnya berdarah-darah sebelum akhirnya mereka seperti saat ini.
Apalagi kalau kamu perantau, kamu harus struggle
dan
bermental baja dengan segala kemungkinan yang terjadi. Jelas, kamu
harus tau sejak awal apapun konsekuensinya. Jadi, ketika kamu berada
di kondisi terbawahpun masih stay
tegak
berdiri.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
Kamu
perlu mempertimbangkan hal sepele sebelum kamu memutuskan hal besar.
Tidak dipungkiri, jalan pebisnis itu terjal dan penuh ketidakpastian.
Sekali lagi, jalan pebisnis itu terjal dan penuh ketidakpastian.
Penuh tantangan! Kalau kamu saat ini seorang karyawan yang ingin
menjadi pebisnis, percayalah bisnismu nanti tidak menjamin income
yang
didapat setiap bulan seperti kamu bekerja pada saat sebagai karyawan.
Waktumu juga tidak akan selalu free
setiap
weekend.
Jadi,
rencanakan secara matang sebelum memutuskan.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
3. Pastikan kamu punya partner yang siap dampingimu dalam keadaan apapun
Sebagai
pebisnis pemula, kemampuan kamu mungkin sangat terbatas. Untuk itu
perlu pelengkap biar seimbang. Beberapa pebisnis terdahulu, mencari
partner
bisnis
itu sama seperti mencari jodoh. Tau kan bagaimana rasanya? Sudah
merasa klop aja belum tentu jadi, apalagi belum klop ya. Dan ini
tidak ada parameternya, karena kamu harus alami sendiri. Bukan
berarti mencari partner
yang
sempurna, setidaknya partnermu bisa melengkapi kemampuan yang tidak
kamu miliki. Partner
yang
bersama-sama membangun bisnis, mereka bukan hanya partner bisnis tapi
juga partner hidupmu. Ceritakan apa kendalamu, apa kondisimu, apa
yang sedang kamu targetkan. Partnermu perlu tau itu. Karena bisa jadi
pada saat kamu mulai berbisnis, di saat itulah kamu mengalami kondisi
tersulit. Memiliki partner bisnis, kamu akan lebih siap menghadapi
berbagai kondisi dan situasi apapun.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
4. Focus on target
Kalau
kamu berandai andai menjadi pebisnis itu sangat menguntungkan,
mungkin kamu benar. Tapi itu semua melalui proses panjang dan tidak
instan. Fokus di bisnis yang sedang kamu tekuni, akan membuat bisnis
kamu lebih cepat mencapai target. Jadi, pastikan kamu bisa fokus.
Karena ketika satu bisnis kamu sudah berkembang, besar kemungkinan
kamu akan membangun bisnis atau brand
baru.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
5. Perencanaan keuangan yang matang
Setelah
kamu tau bahwa menjadi pebisnis pemula tidak seperti bekerja sebagai
karyawan, maka kamu perlu mempertimbangkan terkait keuangan. Sebelum
akhirnya bisnismu punya profit, kamu perlu siapkan biaya hidupmu
sehari-hari darimana sumbernya. Pastikan, keuanganmu terencana dengan
baik sebelum akhirnya bisnis tersebut benar-benar berprofit.
Kalau kamu pebisnis pemula perempuan, lupakan dulu skincare mahal, outfit mahal, makeup mahal, shopping-shopping, dan nongki nongki cantik sebelum bisnis kamu shuttle. Karena kamu tidak pernah tau, kemungkinan apa yang terjadi di depan.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
6. Terus upgrade kemampuan diri
Menjadi
pebisnis pemula itu banyak sekali yang harus kamu pelajari, karena
kamu tidak sekedar berdagang. Kamu juga perlu menyiapkan manajemen
yang baik terkait kebutuhan marketing
dan
membangun brand.
Kalau nantinya kamu yang akan memimpin bisnismu maka kamu perlu jiwa
leadership
yang
baik. Terus upgrade kemampuan terkait bisnismu, agar bisnismu semakin
berkembang. Caranya, kamu bisa cari di beberapa buku, workshop,
menonton TED, youtube,
membaca
ringan di google
primer,
ataupun sekedar dengerin podcast
dan
inspigo.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
Riset
bisnismu akan sangat berguna bagi perkembangan bisnismu saat ini dan
nanti dalam jangaka panjang. Riset kompetitor dan riset terkait jasa
atau produk yang kamu berikan ke konsumen sangat perlu agar terus
berinovasi.
Riset bisnis juga akan memudahkanmu untuk mencari inspirasi.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
Manajemen
diri di sini terkait manajemen waktu, manajemen keuangan, dan
manajemen sumber daya. Sebelum kamu memanajemen orang lain dan
bisnismu, kamu perlu memanjemen diri sendiri. Terutama waktu, karena
sebagai seorang pebisnis pemula waktumu akan sangat tersita. Justru
tidak kenal jam kerja, siang atau malam.
Jangan pernah kamu harapkan fleksibilitas waktu sebelum bisnis kamu stabil dan termanajemen dengan baik.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
9. Tetap pedulikan kesehatanmu
Jangan
lupa, meski kamu sibuk sana sini banyak pikiran dan kerjaan yang
menyita waktumu. Kamu harus tetap peduli dengan kesehatanmu,
sempatkan olahraga dan jangan lupa makan makanan yang sehat. Olahraga
juga akan sangat membantu meringankan beban mentalmu. Karena ketika
kamu sehat, maka energimu bisa terpakai maksimal bahkan
produktivitasmu dua kali lipat dari biasanya. Sebaliknya ketika kamu
lesu bahkan kurang sehat, itu juga akan sangat berdampak pada
bisnismu. Produktivitasmu jadi kurang maksimal.
![]() |
| Source : www.unsplash.com |
10. Mindset yang benar
Setiap
rejeki memang sudah Allah atur untuk setiap hamba-Nya. Tapi ketika
kamu ingin merubah nasib, bahkan ingin berbuat lebih untuk
kebermanfaatan orang banyak. Maka, kamu tetap perlu upaya dan jangan
lupa berdoa.
Karena kesuksesan bisnismu diawali dengan mindset yang benar dan nikmati setiap perjuangannya.










